Makalah Konsep Dasar Pendidikan

/ Comments off

Berdasarkan kesimpulan diatas maka sebaiknya kita sebagai calon pendidik anak usia dini perlu mengetahui apa itu konsep dasar sosiologi pendidikan, tujuan dan ruang lingkup sosiologi pendidikan, agar kita dapat mudah untuk memberi pelajaran kepada anak didik dan dengan adanya konsep dasar sosiologi pendidikan maka tujuan pembelajaran akan tercapai. Alhamdulillah segala puji bagi ALLAH tuhan semesta alam yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ujian tengah semester dengan mata kuliah Sosiologi Pendidikan tentang “Konsep Dasar Sosiologi Pendidikan”.

Memberikan kesempatan pada anak untuk menikmati masa bermainnya. Memberikan stimulus kultural pada anak.

Pendidikan nilai, norma dan moral memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan budi pekerti dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari Pendidikan Nilai, norma dan moral dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah budi pekerti, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda.

DAFTAR ISI Halaman Judul.........i Kata Pengantar.........ii Daftar Isi.........iii BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang........1 2. Rumusan Masalah........2 3. Tujuan.........2 BAB II PEMBAHASAN 1.

Softonic software for windows 7 free download. Pada pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa.

Pendidikan nilai, norma dan moral adalah sebuah wadah pembinaan akhlak. Maka hal ini perlu adanya sebuah pendekatan yang akan membawa siswa atau peserta didik untuk memaknai dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Secara yuridis-formal, pendidikan nilai, norma, dan moral di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Republik Indonesia tahun 1945 sebagai landasan konstitusional, Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) sebagai landasan operasional, dan peraturan menteri No.22 tahun 2006 tentang standar isi (SI) dan nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler.

Dasar

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan adalah proses interaksi antara pendidik dan anak didik dan atau lingkungan secara sadar, teratur, terencana dan sistematis guna membantu pengembangan potensi anak didik secara maksimal. Pengertian ini dianggap lebih lengkap dan memadai daripada pengertian-pengertian tentang pendidikan yang dikemukakan oleh banyak ahli di bidang pendidikan.[3] Beberapa fungsi pendidikan bagi anak usia dini yang harus diperhatikan, dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.